Bagaimana Cara Mengetahui Minyak Terserap Dalam Makanan?
Serapan minyak adalah jumlah minyak goreng yang diserap oleh bahan pangan selama proses pengolahan menggunakan minyak. Nilai serapan minyak dinyatakan dalam persentase (%) terhadap berat bahan mentah. Tabel di bawah ini digunakan untuk memperkirakan jumlah minyak yang terserap selama proses pengolahan.
Rumus
Minyak yang terserap (g) = Berat bahan mentah (g) × (% Serapan Minyak ÷ 100)
Langkah Penggunaan
Tentukan berat bahan mentah.
Tentukan metode pengolahan yang digunakan.
Cari nilai % serapan minyak pada tabel sesuai jenis bahan dan metode pengolahannya.
Hitung jumlah minyak yang terserap menggunakan rumus di atas.
Contoh
Tempe murni goreng
Berat tempe mentah = 100 g
Serapan minyak = 16%
Minyak yang terserap = 100 × 16% = 16 g
Apabila Bahan Tidak Terdapat dalam Tabel
Gunakan nilai serapan minyak dari bahan pangan dan metode pengolahan yang paling mendekati.
Pilih bahan yang mempunyai karakteristik fisik dan teknik pengolahan yang serupa.
Ketentuan
Nilai serapan minyak hanya digunakan untuk pengolahan yang menggunakan minyak, sesuai yang tercantum pada tabel.
Nilai serapan minyak merupakan nilai pendekatan (estimasi) yang diperoleh dari hasil pengukuran, sehingga dapat berbeda bergantung pada jenis bahan, ukuran potongan, lama pengolahan, suhu, jenis minyak, dan teknik memasak.
Tabel serapan minyak tidak digunakan untuk menghitung perubahan berat akibat pemasakan. Perubahan berat bahan dihitung menggunakan Faktor Konversi Mentah–Matang.
A. Sayuran
Bahan Pangan
% Serapan Minyak
Sayur bunga lainnya, tumis
15,0
Sayur umbi lainnya, tumis
13,0
Sayur campur tumis
15,4
Sayur keripik
8,0
B. Kacang dan Polong
Bahan Pangan
% Serapan Minyak
Batagor
14,8
Kacang Bogor, seduh goreng
18,0
Kacang jogo kering, rebus–tumis
5,0
Kacang jogo segar, rebus–tumis
7,0
Kacang mete, goreng
11,0
Kacang tanah tanpa kulit, rempeyek
34,0
Kacang tolo, rebus–tumis
19,0
Kacang tolo, rempeyek
34,0
Kedelai kering, goreng
3,0
Kacang lainnya, rempeyek
35,0
Kacang lainnya segar/kering, rebus goreng
13,0
Kedelai kering, rebus goreng
9,0
Kacang lainnya segar/kering, rebus tumis
11,0
Kedelai, rempeyek
5,0
Oncom hitam, goreng
28,0
Oncom hitam, tumis
20,0
Oncom merah, goreng
21,0
Oncom merah, tumis
24,0
Tahu bungkus kuning, bacem goreng
4,0
Tahu bungkus kuning, goreng lunak
5,0
Tahu bungkus kuning, goreng kering
8,0
Tahu bungkus kuning, tumis
6,0
Tahu cina gepeng, bacem goreng
5,0
Tahu cina gepeng, goreng kering
3,0
Tahu cina tebal putih, goreng kering
2,0
Tahu cina tebal putih, goreng lunak
2,0
Tahu cina tebal putih, tumis
2,0
Tahu gehu Bandung
14,8
Tahu kuning cetak, bacem goreng (lunak)
2,0
Tahu kuning cetak, goreng kering
11,0
Tahu kuning cetak, goreng (lunak)
5,0
Tahu kuning cetak, tumis
12,0
Tahu putih cetak, bacem goreng
14,0
Tahu Sumedang goreng
7,0
Tahu isi goreng
14,8
Tahu perkedel
14,8
Tempe campuran, bacem goreng
10,0
Tempe mendoan
14,0
Tempe murni, bacem goreng
16,0
Tempe murni, keripik
35,0
Gehu
4,0
Tahu lainnya, goreng
12,0
Tahu lainnya, tumis
8,0
Tahu lainnya, goreng
10,0
Tempe lainnya, tumis
8,0
C. Daging
Bahan Pangan
% Serapan Minyak
Burger/peti tumis (untuk burger)
4,0
Babat, goreng
4,0
Corned, tumis
12,0
Corned, goreng (tambah telur dan terigu)
8,8
Rolade daging, goreng
8,8
Domba, babat rebus–goreng
4,0
Domba, daging iga goreng
7,0
Domba, daging paha goreng
3,0
Domba, hati goreng
5,0
Domba, hati rebus–goreng
2,0
Domba, jantung goreng
3,0
Domba, jantung rebus–goreng
8,0
Domba, usus rebus–goreng
3,0
Ekado
16,0
Hati sapi goreng
18,4
Kerbau, babat rebus–goreng
64,0
Kerbau, daging has/lamosir rebus–goreng
5,0
Kerbau, daging has/lamosir goreng
5,0
Kerbau, hati goreng
5,0
Kerbau, hati rebus–goreng
11,0
Kerbau, jantung goreng
6,0
Kerbau, jantung rebus–goreng
9,0
Kerbau, usus rebus–goreng
56,0
Sapi, babat rebus–goreng
19,0
Sapi, daging has/lamosir goreng
9,0
Sapi, daging has/lamosir rebus–goreng
6,0
Sapi, hati goreng
18,0
Sapi burger/peti tumis
5,0
Sapi, jantung goreng
6,0
Sapi, jantung rebus–goreng
6,0
Sapi, usus rebus–goreng
11,0
Daging mamalia lainnya, tumis
15,0
Daging mamalia lainnya, goreng
12,0
D. Unggas
Bahan Pangan
% Serapan Minyak
Ayam goreng bagian kepala
3,0
Kulit ayam crispy
11,1
Kulit ayam goreng
21,0
Nugget ayam goreng
3,3
Daging unggas lainnya, tumis
12,6
Daging unggas lainnya, goreng
10,0
E. Ikan dan Makanan Laut
Bahan Pangan
% Serapan Minyak
Cumi goreng
1,5
Ikan asin layang goreng
8,0
Ikan asin sepat
6,0
Ikan etem pindang goreng
12,6
Ikan salem goreng
9,0
Ikan tongkol pindang goreng
10,0
Ikan gurame goreng
20,0
Otak-otak ikan
14,8
Pempek goreng
14,8
Ikan tenggiri goreng
10,0
Ikan asin
12,0
Ikan asin kering lainnya goreng
12,0
Ikan air tawar lainnya goreng
15,0
Ikan air laut lainnya goreng
16,5
Kerang goreng
1,5
Kerang goreng tepung
14,8
Makanan laut selain ikan lainnya, tumis
5,0
Makanan laut selain ikan lainnya, goreng
17,0
Udang goreng
24,0
Udang goreng tepung
14,8
Siomay goreng
14,8
F. Telur dan Olahannya
Bahan Pangan
% Serapan Minyak
Telur ayam kampung, ceplok keras
15,0
Telur ayam kampung, ceplok lunak
10,0
Telur ayam kampung, dadar banyak minyak
28,0
Telur ayam kampung, dadar sedikit minyak
18,0
Telur ayam kampung, orak-arik
13,0
Telur ayam negeri, ceplok keras
6,0
Telur bebek, ceplok keras
11,0
Telur bebek, dadar banyak minyak
22,0
Telur bebek, dadar sedikit minyak
8,0
Kerak telur Betawi
8,5
Telur ceplok bagian kuning
10,0
Telur ceplok bagian putih
10,0
Telur puyuh goreng
8,0
Martabak telur ayam
14,8
Martabak telur bebek
14,8
Omelet telur sosis
17,0
Telur orak-arik wortel
17,0
Fuyung hai
14,8
Telur unggas lainnya, ceplok
14,0
Telur unggas lainnya, dadar
18,0
Telur ikan goreng
20,0
Telur lainnya, goreng
14,0
Sumber: Ernawati, F., Imaningsih, N., Efriwati, dkk. (2020). Buku Pedoman Perkiraan Jumlah Garam dan Penyerapan Minyak Goreng: Studi Status Gizi Indonesia 2020. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.